Proyek renovasi dibayar bertermin mengikuti progres, dan di situlah invoice per termin berperan: setiap tagihan terikat ke milestone yang bisa dilihat mata. Pisahkan juga kerja tambah (addendum) dari kontrak awal supaya nilai proyek tidak jadi bola liar.
[Nama Usahamu]
WA: 08xx-xxxx-xxxx
INV-2026-014
| Deskripsi | Qty | Harga | Jumlah |
|---|---|---|---|
| Renovasi dapur borongan (jasa + material), Termin 2/3: progres 60% | 1 | Rp 25.000.000 | Rp 25.000.000 |
| Kerja tambah: ganti granit meja dapur (addendum #1) | 1 | Rp 4.500.000 | Rp 4.500.000 |
| TOTAL | Rp 29.500.000 | ||
Catatan: Termin 3 (pelunasan) ditagihkan setelah serah terima & masa retensi 14 hari. Garansi kebocoran & instalasi 90 hari.
Pakai contoh ini, edit online → Gratis, tanpa daftar. Angka & nama tinggal diganti.
"Termin 2 saat progres 60%: dinding & instalasi selesai" bisa difoto dan disepakati. Termin berdasarkan tanggal kalender mengundang sengketa.
Permintaan "sekalian dong ganti keramik" dibuatkan invoice addendum terpisah sebelum dikerjakan. Kerja tambah tanpa dokumen = kerja gratis.
Menahan 5-10% pembayaran sampai 14 hari setelah serah terima justru membuat klien berani melunasi lebih cepat, karena ada jaminan perbaikan.
Kami sedang membangun Dibayar: invoice terkirim via WhatsApp, lalu pengingat sopan berjalan otomatis sampai lunas. Coba dulu pembuat invoice gratisnya, atau simpan kata-kata menagih yang sopan ini.