Invoice fotografi perlu menjelaskan apa yang sebenarnya dibeli klien: durasi pemotretan, jumlah foto yang diedit, format file yang diserahkan, dan kapan hasilnya diterima. Semakin jelas di invoice, semakin kecil kemungkinan debat "kok fotonya cuma segini?" di belakang.
[Nama Usahamu]
WA: 08xx-xxxx-xxxx
INV-2026-014
| Deskripsi | Qty | Harga | Jumlah |
|---|---|---|---|
| Paket dokumentasi wedding (8 jam, 2 fotografer) | 1 | Rp 6.500.000 | Rp 6.500.000 |
| Album cetak premium 20x30 (20 halaman) | 1 | Rp 1.500.000 | Rp 1.500.000 |
| Foto edit tambahan di luar paket | 20 | Rp 35.000 | Rp 700.000 |
| TOTAL | Rp 8.700.000 | ||
Catatan: DP 30% saat booking tanggal. Semua file edit diserahkan maksimal 30 hari kerja setelah acara via Google Drive.
Pakai contoh ini, edit online → Gratis, tanpa daftar. Angka & nama tinggal diganti.
"300+ foto edit ringan, 50 foto edit premium" jauh lebih aman daripada janji tak terukur. Angka di invoice adalah kontrak.
Tulis estimasi penyerahan (misal 30 hari kerja). Klien lebih tenang, kamu punya ruang kerja yang jelas.
Tanggal yang sudah di-booking tidak bisa dijual ke klien lain. DP 30-50% non-refundable untuk pembatalan sepihak adalah praktik standar.
Kami sedang membangun Dibayar: invoice terkirim via WhatsApp, lalu pengingat sopan berjalan otomatis sampai lunas. Coba dulu pembuat invoice gratisnya, atau simpan kata-kata menagih yang sopan ini.