Contoh surat penagihan: SP1, SP2, SP3

Kalau pengingat lewat WhatsApp sudah tidak mempan, naikkan level: surat penagihan resmi. Tiga tingkat di bawah ini berurutan dari pengingat sopan sampai penagihan terakhir. Salin, ganti bagian [KURUNG], kirim via email resmi perusahaan.

SP1

Surat Pengingat Pertama

Dikirim 3–7 hari setelah jatuh tempo terlewati. Nada: informatif dan sopan, asumsikan klien lupa.

Perihal: Pengingat Pembayaran Invoice [NOMOR INVOICE]

Kepada Yth.
[Nama PIC / Bagian Keuangan]
[Nama Perusahaan Klien]

Dengan hormat,

Bersama surat ini kami sampaikan pengingat atas invoice [NOMOR INVOICE] tertanggal [TANGGAL INVOICE] senilai [NOMINAL], yang telah jatuh tempo pada [TANGGAL JATUH TEMPO].

Hingga surat ini dikirim, kami belum menerima pembayaran atas invoice tersebut. Apabila pembayaran telah dilakukan, mohon abaikan surat ini dan kami akan berterima kasih jika bukti transfer dapat dikirimkan untuk pencocokan.

Pembayaran dapat dilakukan ke:
Bank [NAMA BANK], No. Rek [NOMOR REKENING], a.n. [NAMA PEMILIK REKENING]

Atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,
[Nama & Jabatan]
[Nama Usaha] · [Kontak]
SP2

Surat Peringatan Kedua

Dikirim 14–21 hari setelah jatuh tempo, jika SP1 tidak direspons. Nada: tegas, minta kepastian tanggal, beri batas waktu.

Perihal: Peringatan Kedua atas Pembayaran Invoice [NOMOR INVOICE]

Kepada Yth.
[Nama PIC / Bagian Keuangan]
[Nama Perusahaan Klien]

Dengan hormat,

Menindaklanjuti surat pengingat kami tertanggal [TANGGAL SP1] yang belum mendapat tanggapan, kami kembali menyampaikan bahwa invoice [NOMOR INVOICE] senilai [NOMINAL] telah melewati jatuh tempo sejak [TANGGAL JATUH TEMPO] ([X] hari).

Kami mohon konfirmasi jadwal pembayaran secara tertulis selambat-lambatnya [TANGGAL BATAS, mis. 7 hari dari surat ini]. Apabila terdapat kendala, kami terbuka untuk mendiskusikan skema pembayaran yang dapat disepakati bersama.

Perlu kami sampaikan bahwa keterlambatan ini mempengaruhi arus kas dan komitmen kami kepada pihak lain, sehingga kepastian dari Bapak/Ibu sangat kami harapkan.

Hormat kami,
[Nama & Jabatan]
[Nama Usaha] · [Kontak]
SP3

Surat Penagihan Terakhir

Dikirim 30+ hari setelah jatuh tempo, setelah SP1 dan SP2 diabaikan. Nada: formal dan final, menyebut langkah selanjutnya. Kirim tercatat (email + kurir/pos) dan simpan buktinya.

Perihal: Surat Penagihan Terakhir untuk Invoice [NOMOR INVOICE]

Kepada Yth.
[Nama Pimpinan / Direksi]
[Nama Perusahaan Klien]

Dengan hormat,

Merujuk pada invoice [NOMOR INVOICE] senilai [NOMINAL] yang jatuh tempo pada [TANGGAL JATUH TEMPO], serta surat pengingat kami tertanggal [TANGGAL SP1] dan [TANGGAL SP2] yang tidak mendapat tanggapan, dengan ini kami sampaikan penagihan terakhir.

Kami meminta pelunasan penuh diterima selambat-lambatnya [TANGGAL BATAS FINAL, mis. 7 hari kerja] sejak tanggal surat ini.

Apabila hingga batas waktu tersebut pembayaran tidak kami terima dan tidak ada itikad penyelesaian, dengan berat hati kami akan mempertimbangkan langkah penyelesaian lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk namun tidak terbatas pada penghentian layanan, penagihan melalui kuasa hukum, atau penyelesaian sengketa sesuai perjanjian.

Kami tetap mengutamakan penyelesaian secara baik-baik dan terbuka untuk komunikasi hingga batas waktu di atas.

Hormat kami,
[Nama & Jabatan]
[Nama Usaha] · [Kontak]
Lampiran: salinan invoice, rekap komunikasi

Tips mengirim surat penagihan

Idealnya, tidak pernah sampai SP1.

Sebagian besar invoice telat karena tidak diingatkan secara konsisten sejak awal. Dibayar mengirim pengingat sopan otomatis sejak sebelum jatuh tempo, jadi eskalasi jarang diperlukan. Mulai dari invoice yang rapi dan bernomor: gratis.