Retainer sosmed adalah layanan berulang, dan kesalahan klasiknya adalah menagih di akhir bulan setelah kerja selesai. Baliklah: invoice terbit di awal periode, kerja jalan setelah pembayaran. Pisahkan juga budget iklan yang cuma numpang lewat dari fee jasamu.
[Nama Usahamu]
WA: 08xx-xxxx-xxxx
INV-2026-014
| Deskripsi | Qty | Harga | Jumlah |
|---|---|---|---|
| Retainer kelola Instagram & TikTok (12 konten, periode Agustus) | 1 | Rp 3.500.000 | Rp 3.500.000 |
| Budget iklan Meta Ads (pass-through, sesuai laporan) | 1 | Rp 2.000.000 | Rp 2.000.000 |
| Sesi foto produk bulanan (1 × 3 jam) | 1 | Rp 800.000 | Rp 800.000 |
| TOTAL | Rp 6.300.000 | ||
Catatan: Invoice retainer terbit tanggal 25 untuk periode bulan berikutnya. Budget iklan ditagihkan sesuai realisasi + laporan platform.
Pakai contoh ini, edit online → Gratis, tanpa daftar. Angka & nama tinggal diganti.
Kerja konten bulan Agustus dibayar akhir Juli. Sekali kamu mengizinkan bayar di belakang, kamu jadi bank pinjaman tanpa bunga untuk klien.
Tagihkan terpisah dengan label pass-through dan lampirkan laporan platform. Mencampurnya dengan fee membuat margin terlihat besar palsu dan pajakmu kacau.
"12 konten (8 feed + 4 reels)" di invoice mencegah scope membengkak jadi "sekalian balas DM ya".
Kami sedang membangun Dibayar: invoice terkirim via WhatsApp, lalu pengingat sopan berjalan otomatis sampai lunas. Coba dulu pembuat invoice gratisnya, atau simpan kata-kata menagih yang sopan ini.